INILAHPOS.com - Upaya mewujudkan desa pertanian yang mandiri dan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada penerapan teknologi modern, tetapi juga pada pembentukan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Atas dasar tersebut, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk Modernisasi Tani Cilik pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di SD Inpres Talakaya, Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini menyasar siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 dengan tujuan memperkenalkan pemanfaatan limbah serasah seperti daun kering, ranting kecil, dan sisa bahan organik yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar, namun sering kali belum dimanfaatkan secara optimal.
Limbah tersebut diperkenalkan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik yang berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah pertanian.
Pelaksanaan kegiatan dikemas melalui pendekatan fun learning agar materi mudah dipahami dan menarik bagi siswa. Mahasiswa KKN mengajak peserta didik untuk mengenali langsung jenis-jenis serasah di sekitar sekolah dan rumah, memahami dampak limbah yang tidak dikelola, serta manfaat pengolahan limbah organik bagi lingkungan dan keberlanjutan pertanian desa.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, tanya jawab, serta simulasi sederhana mengenai proses pemanfaatan serasah menjadi pupuk organik. Metode pembelajaran ini mendorong siswa untuk lebih aktif, antusias, dan mampu mengaitkan materi dengan kondisi nyata di lingkungan mereka.
Salah satu mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, Arlin MP Gatti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Edukasi sejak dini menjadi langkah awal membangun pertanian desa yang mandiri dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Program Modernisasi Tani Cilik merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan desa, khususnya di bidang pendidikan lingkungan dan pertanian berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Desa Bonto Tangnga dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan serta mampu menerapkan praktik pertanian yang ramah dan berkelanjutan di masa depan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi pertanian dapat dimulai dari langkah sederhana, dengan memanfaatkan potensi lokal dan melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam mewujudkan desa pertanian mandiri.
